Ketahui Manfaat dan Syarat Melakukan Donor Darah

Donor darah
Donor darah
“Safe blood begins with me, blood saves lives.” Pernah menjadi salah satu tema utama WHO mengenai donor darah. Secara global, permintaan darah di dunia diproyeksikan akan meningkat secara signifikan di beberapa tahun ke depan dan berisiko menyebabkan banyaknya orang meninggal setiap tahun karena pasokan darah dan komponennya tidak mencukupi. Tantangan tersebut didasari oleh pertumbuhan populasi dan penuaan populasi yang membahayakan pasokan darah yang memadai di tahun-tahun mendatang. Hal ini mulai bisa dilihat dari kekurangan yang cukup besar akan donor darah. Masalah ini semakin diperparah dengan penggunaan darah yang tidak tepat dan tidak aman dari populasi beresiko. Penelitian mengenai keuntungan melakuan donor darah terus dikembangkan, selain bidang sosial ternyata donor darah juga memberikan efek positif kesehatan bagi para pendonornya.1,2
PayTren – Teman Setia Bayar Bayar !

Mengontrol Hipertensi

Hipertensi adalah salah satu risiko global utama untuk kejadian kardiovaskular di seluruh dunia. Saat ini, telah ditemukan bukti awal bahwa donor darah rutin dapat dikaitkan dengan penurunan Tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian dari donor darah ini dapat membuka pintu baru mengenai alternatif perawatan kesehatan masyarakat dan pengurangan biaya dalam pengobatan hipertensi.3

Antioksidan dan Memperbaiki Fungsi Endotel

Efek menguntungkan donor darah juga mencakup pengurangan zat besi yang berlebihan. Zat besi diketahui bersifat oksidatif, sehingga setiap pengurangan zat besi diyakini dapat mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Temuan ini menunjukkan bahwa donor darah menghilangkan oksidan dan menurunkan stres oksidatif dengan meningkatkan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase.4

Satu penelitian lain juga menunjukkan bahwa terdapat perbaikan fungsi endotel pada individu yang secara teratur mendonorkan darah dibandingkan pada donor dengan frekuensi jarang. Selain penurunan cadangan zat besi tubuh dan penurunan stres oksidatif, donor darah secara rutin juga memiliki bukti fungsi vaskular yang meningkat. Disfungsi endotel sekunder akibat dari inflamasi sistemik dan stres oksidatif, diketahui memainkan peran utama dalam perkembangan dan perkembangan aterosklerosis. Memperbaiki fungsi endotel dengan donor darah berpotensi menyebabkan penurunan tingkat CAD secara alami.5

Mengurangi Profil Lipid Tubuh

Donor darah bisa memiliki efek langsung menurunkan kadar kolesterol serum melalui penurunan zat besi tubuh. Sebuah studi yang meneliti efek donor darah menemukan bahwa mendonorkan darah setiap 6 minggu dapat menurunkan oksidasi low-density lipoprotein (LDL). Studi lain menunjukkan bahwa mendonorkan darah dapat mengurangi kekentalan darah, yang berhubungan dengan menurunnya kadar kolesterol LDL dan kadar lipid lainnya dalam darah. Hal ini belum diketahui pasti penyebabnya, namun mungkin karena beberapa orang mengalami kehilangan lipid pada unit yang disumbangkan dan memberi pengaruh pada efek pengenceran darah.6

PayTren – Teman Setia Bayar Bayar !

Memacu Aktivitas Sumsum Tulang

Selain, mencegah akumulasi zat besi tubuh yang dapat menyebabkan pembentukan radikal bebas di dalam tubuhDonor darah secara rutin telah terbukti bermanfaat dalam banyak hal. Donor darah dapat memacu sumsum tulang untuk meningkatkan sumsum merahnya sehingga menghasilkan lebih banyak sel darah baru yang baik di dalam tubuh.6

Hemoglobin dan Cadangan Zat Besi

Satu-satunya kelemahan signifikan yang diketahui dari donor darah adalah potensi risiko defisiensi besi. Besi adalah unsur penting dalam metabolisme manusia. Zat ini memainkan peran penting dalam eritropoiesis dan juga terlibat dalam banyak proses intraselular lainnya. Kemungkinan seorang individu pendonor untuk memberi darah tanpa berisiko mengalami defisiensi besi atau anemia defisiensi besi sangat bervariasi. Hal ini dapat terjadi akibat perbedaan asupan zat besi, perbedaan prevalensi defesiensi besi pada setiap populasi penelitian, menstruasi pada wanita, frekuensi donor darah, maupun penggunaan zat besi tambahan. Anemia defisiensi besi biasa terjadi pada donor darah, terutama donor wanita usia subur.7

Kriteria Melakukan Donor Darah

Image result for Kriteria Melakukan Donor Darah

PayTren – Teman Setia Bayar Bayar !

Ketika akan melakukan donor darah, seseorang harus merasa nyaman pada hari donasi dan bisa melakukan aktivitas rutin sehari-hari. Informasi tentang penyakit ringan, paparan terhadap penyakit menular, perjalanan ke daerah endemik penyakit, kehamilan dan menyusui, juga riwayat intervensi medis dan bedah harus diberikan untuk menentukan kesesuaian untuk donor darah atau menunda. Batas usia terendah untuk donor darah di kebanyakan negara adalah 18 tahun, meskipun di beberapa negara undang-undang nasional mengizinkan anak berusia 16-17 tahun untuk menyumbangkan asalkan memenuhi kriteria fisik dan hematologis yang diperlukan. Usia donor yang ideal adalah antara 18-60 tahun dan berat badan mereka harus lebih dari 45 kg untuk bisa menyumbangkan darah. Batas usia atas untuk donor darah antara 60 dan 70 tahun telah diawasi karena kekhawatiran mengenai meningkatnya kejadian penyakit kardiovaskular seiring bertambahnya usia dan potensi risiko buruk, yang terutama kemungkinan besar terjadi pada donor pertama kali.8

Kriteria fisik salah satunya denyut nadi normal yaitu 60-100 per menit dan ritme reguler. Seorang calon donor juga tidak boleh demam yaitu suhu mencapai 37,6 C (oral). Demam dapat mengindikasikan sejumlah kondisi medis dan infeksi, namun bisa juga terkait dengan gejala lain. Tekanan darah juga harus normal yaitu 120-129/80-89 mmHg. Sedangan kriteria hematologi WHO Global Database anemia mendefinisikan ambang hemoglobin untuk anemia sebagai 12,0 g/dl untuk wanita yang tidak hamil (?15.00 tahun) dan 13,0 g / dl untuk pria (?15.00 tahun).8

Donor wanita harus ditunda selama kehamilan, setelah melahirkan dan selama menyusui untuk memungkinkan pemulihan zat besi. Sebenarnya, menstruasi bukanlah alasan penangguhan donor, namun wanita dengan menstruasi yang banyak dan teratur dapat memiliki kadar hemoglobin rendah. Selain itu, seseorang harus menunggu 56 hari atau 8 minggu untuk melakukan donor darah kembali. Waktu tunggu ini membantu mengisi kembali kadar darah di tubuh donor. Hindari mendonor jika menderita kelainan apapun, dan konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan donor. Seseoang bisa menyumbangkan satu unit atau 350 ml darah dalam sekali donor.8

Sumber:

  1. Daniel M. J, Muddegowda PH, K. D, et al. Opinions about Blood Donation amongst Medical Personnels. Journal of Clinical and Diagnostic Research : JCDR. 2014;8(1):43-45. doi:10.7860/JCDR/2014/7004.3963.
  2. Agrawal A, Tiwari AK, Ahuja A, Kalra R. Knowledge, attitude and practices of people towards voluntary blood donation in Uttarakhand. Asian Journal of Transfusion Science. 2013;7(1):59-62. doi:10.4103/0973-6247.106740.
  3. Kamhieh-Milz, S., Kamhieh-Milz, J., Tauchmann, Y., Ostermann, T., Shah, Y., Kalus, U., Salama, A. and Michalsen, A. Regular blood donation may help in the management of hypertension: an observational study on 292 blood donors. Transfusion, 2016; 56: 637644. doi:10.1111/trf.13428.
  4. Yunce, M., Erdamar, H., Bayram, N., et al. One more health benefit of blood donation: reduces acute-phase reactants, oxidants and increases antioxidant capacity. Journal of Basic and Clinical Physiology and Pharmacology, 2016; 27(6), pp. 653-657. Retrieved 30 Sep. 2017, from doi:10.1515/jbcpp-2015-0111.
  5. Ycel H, Zorlu A, Kaya H, Y?lmaz MB. Regular blood donation improves endothelial function in adult males. Anatolian Journal of Cardiology. 2016;16(3):154-158. doi:10.5152/akd.2015.6093.
  6. Uche E, Adediran A, Damulak O, Adeyemo T, Akinbami A, Akanmu A. Lipid profile of regular blood donors. Journal of Blood Medicine. 2013;4:39-42. doi:10.2147/JBM.S42211.
  7. Armstrong KL. Blood donation and anemia. Canadian Family Physician. 2016;62(9):730-731.
  8. Blood Donor Selection: Guidelines on Assessing Donor Suitability for Blood Donation. Geneva: World Health Organization; 2012. 4, General donor assessment. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK138219/

Komentar Anda

%d bloggers like this: